Materi Dasar-Dasar PPLG Kelas 10 Kurikulum Merdeka merupakan program pembelajaran kejuruan Fase E pada jenjang SMK/MAK yang membekali peserta didik dengan kompetensi rekayasa perangkat lunak dan pembuatan gim interaktif. Program keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) ini memadukan penguasaan logika komputasi, perancangan basis data, hingga etika profesional industri teknologi modern. Oleh sebab itu, para siswa SMK tidak hanya belajar mengetik baris kode semata, melainkan juga mendalami siklus pengembangan piranti lunak secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis buku teks pelajaran resmi guna memandu pembelajaran di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026. Buku panduan karya Marwondo dan Rini Melati ini merangkum enam bab tematik terpadu yang terbagi secara sistematis ke dalam dua semester. Selain itu, Anda dapat memverifikasi regulasi Capaian Pembelajaran (CP) terbaru melalui portal resmi Kurikulum Kemendikdasmen serta mengunduh buku teks pada platform SIBI Kemendikdasmen.
Di samping itu, siswa kelas 10 dapat memperkuat wawasan lintas disiplin teknologi informasi. Sebagai contoh, Anda dapat mempelajari perbandingan infrastruktur jaringan komputer melalui ulasan materi Dasar-Dasar TJKT kelas 10 Kurikulum Merdeka serta menyimak fondasi komputasi umum pada artikel materi Informatika kelas 10 Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, penguasaan Materi Dasar-Dasar PPLG Kelas 10 Kurikulum Merdeka akan membuka peluang karier cerah bagi masa depan siswa di era transformasi digital.
Pemetaan Silabus Materi Dasar-Dasar PPLG Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2
Struktur kurikulum mata pelajaran Dasar-Dasar PPLG mencakup enam pilar kompetensi utama. Setiap bab membimbing siswa menghubungkan pemahaman teori dasar dengan praktik laboratorium komputer yang aplikatif. Oleh karena itu, cermati tabel pemetaan bab dan pembagian semester berikut ini:
| Semester | Bab Pelajaran | Pokok Bahasan Inti | Target Penguasaan Siswa |
|---|---|---|---|
| Semester 1 | Bab 1: Perkembangan Dunia Kerja PPLG | Industri 4.0, isu etika peranti lunak, regulasi HAKI, profil profesi IT, dan peluang usaha rintisan | Memahami ekosistem industri perangkat lunak |
| Semester 1 | Bab 2: K3LH dan Budaya Kerja Industri | Ergonomi komputer, pencegahan Carpal Tunnel Syndrome (CTS), kelelahan visual, dan prinsip 5R | Menerapkan postur kerja sehat dan budaya 5R |
| Semester 1 | Bab 3: Proses Bisnis PPLG | Siklus SDLC (Waterfall, Agile, Scrum), rekayasa kebutuhan (SRS), budaya mutu, dan fase produksi gim | Merancang alur manajemen proyek aplikasi |
| Semester 2 | Bab 4: Piranti dan Alat Bantu Pengembangan | Basis Data Relasional (SQL DDL/DML), tools IDE, Git, ragam OS, aset gim, UI/UX, dan algoritma | Mengoperasikan perangkat lunak pengembang |
| Semester 2 | Bab 5: Pemrograman Terstruktur | Implementasi bahasa C++, tipe data, runtunan sekuensial, percabangan, perulangan, dan array | Menulis kode program modular dan terstruktur |
| Semester 2 | Bab 6: Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) | Implementasi bahasa Java, kelas, objek, enkapsulasi, pewarisan sifat, dan polimorfisme | Membangun arsitektur perangkat lunak berbasis objek |
Cakupan Materi Dasar-Dasar PPLG Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1: Bab 1 Sampai Bab 3
Pembelajaran semester ganjil berfokus pada penanaman pola pikir profesional dan tata kelola keselamatan kerja. Selain itu, siswa menelaah tren industri digital global, kebiasaan ergonomis saat bekerja di depan layar, serta prosedur baku pembuatan aplikasi.
Bab 1: Perkembangan Dunia Kerja Bidang Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim
Dunia pengembangan aplikasi mengalami lompatan eksponensial seiring kehadiran kecerdasan artifisial dan arsitektur komputasi awan. Oleh sebab itu, bab pembuka ini mengajak siswa mengenali transformasi Industri 4.0 yang mengubah metode kerja pengembang konvensional menjadi serba otomatis.
Selain itu, siswa menelaah isu penting terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan lisensi perangkat lunak. Pemahaman lisensi open source maupun komersial mencegah pelanggaran hak cipta kode program di masa mendatang. Selanjutnya, cermati beberapa peluang profesi unggulan lulusan jurusan PPLG berikut:
- Software Engineer: Merancang, mengembangkan, dan memelihara arsitektur sistem perangkat lunak berskala besar.
- Game Developer: Menulis logika alur interaksi gim, menyusun mekanika permainan, dan mengintegrasikan aset multimedia.
- UI/UX Designer: Merancang tata letak antarmuka pengguna yang estetis dan merumuskan pengalaman pengguna yang intuitif.
- Quality Assurance (QA) Tester: Menjalankan pengujian fungsional aplikasi secara ketat guna menemukan celah kutu program (bugs).
Di samping itu, guru membekali siswa dengan wawasan technopreneurship sejak dini. Sebagai contoh, siswa belajar melihat masalah di lingkungan sekitar sebagai peluang bisnis digital, misalnya merintis studio pembuat gim independen atau penyedia jasa situs web UMKM. Dengan demikian, penguasaan Materi Dasar-Dasar PPLG Kelas 10 Kurikulum Merdeka mampu melahirkan calon teknopreneur tangguh.
Bab 2: Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH)
Aktivitas pengkodean yang berlangsung berjam-jam di depan komputer membawa risiko gangguan kesehatan fisik yang nyata. Oleh sebab itu, bab ini menekankan penerapan prinsip ergonomi kerja yang benar di laboratorium sekolah maupun industri.
Sebagai contoh, siswa mempelajari sudut posisi duduk tegak, penyesuaian ketinggian sandaran kursi, serta jarak pandang ideal ke layar monitor minimal 50 sentimeter. Selain itu, praktik ergonomis ini secara efektif mencegah serangan sindrom lorong karpal (Carpal Tunnel Syndrome) pada pergelangan tangan serta kelelahan mata kronis. Selanjutnya, siswa membiasakan aturan istirahat berkala 20-20-20 untuk mengistirahatkan otot mata secara teratur.
Di samping itu, siswa mempraktikkan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) di laboratorium komputer. Siswa merapikan gulungan kabel daya, menjaga kebersihan papan ketik, serta mengelola limbah komponen elektronik secara bijak. Dengan demikian, ruang kerja digital selalu terjaga aman, nyaman, dan mendukung produktivitas jangka panjang.
Bab 3: Proses Bisnis Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim
Membuat aplikasi berkualitas menuntut penerapan metode rekayasa terstruktur. Oleh karena itu, bab ini mengupas metodologi Software Development Life Cycle (SDLC) yang mengatur langkah pengembang mulai dari analisis kebutuhan hingga pemeliharaan sistem.
Sebagai contoh, siswa membedah perbedaan model sekuensial Waterfall dengan metodologi modern yang fleksibel seperti Agile dan Scrum. Selain itu, siswa belajar menyusun dokumen Rekayasa Kebutuhan Perangkat Lunak (Software Requirements Specification / SRS) serta menulis user stories yang menggambarkan kebutuhan pengguna akhir secara akurat. Selanjutnya, bab ini membedah fase perancangan gim, mulai dari konsep cerita (game design document), pembuatan purwarupa mekanik, hingga tahap perilisan publik.
Oleh sebab itu, siswa membiasakan penerapan budaya mutu (quality culture) melalui strategi pengujian perangkat lunak. Di samping itu, siswa menjalankan pengujian unit (unit testing) dan pengujian integrasi sebelum meluncurkan produk ke pasar. Dengan demikian, siswa mengerti cara menghasilkan aplikasi yang stabil, aman, dan memuaskan pelanggan.
Cakupan Materi Dasar-Dasar PPLG Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 2: Bab 4 Sampai Bab 6
Memasuki semester genap, pembelajaran beralih penuh pada penguasaan instrumen praktis dan logika pengkodean mendalam. Selain itu, siswa mempraktikkan pembuatan basis data, penulisan algoritma terstruktur memakai bahasa C++, serta pemodelan objek menggunakan bahasa Java.
Bab 4: Piranti dan Alat Bantu Pengembangan
Pengembang profesional memerlukan ekosistem perangkat pendukung yang andal untuk mempercepat proses pembuatan karya. Oleh sebab itu, cermati matriks piranti bantu utama dalam pembelajaran PPLG berikut ini:
| Kategori Piranti | Contoh Perangkat Lunak | Teknologi Utama | Fungsi dan Peran Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Basis Data Relasional | MySQL, MariaDB, SQLite | Bahasa SQL (DDL dan DML) | Menyimpan, mengolah, dan memanipulasi data aplikasi secara terpusat |
| Editor Kode & IDE | Visual Studio Code, NetBeans | Ekstensi Compiler C++/Java | Mengetik sintaks program, pelacakan kesalahan (debugging), dan kompilasi |
| Kontrol Versi Kode | Git dan GitHub / GitLab | Version Control System (VCS) | Mencatat riwayat perubahan baris kode dan kolaborasi tim pengembang |
| Desain Antarmuka | Figma, Adobe XD, Balsamiq | Wireframe dan Prototyping UI | Membuat rancangan visual tata letak layar dan alur interaksi pengguna |
| Manajemen Aset Gim | Blender, Audacity, Inkscape | Model 3D, Sprite 2D, Audio FX | Menyiapkan seluruh elemen grafis visual dan efek suara gim interaktif |
Selain instrumen di atas, bab ini melatih kemampuan dasar logika komputasi siswa. Sebagai contoh, Anda dapat menelaah konsep alur berpikir sistematis dengan membaca panduan pengertian algoritma dalam pemrograman komputer. Selanjutnya, siswa merancang diagram alur (flowchart) memakai simbol standar internasional serta menuangkannya ke dalam notasi pseudocode sebelum memulai pengkodean nyata.
Bab 5: Pemrograman Terstruktur Menggunakan Bahasa C++
Dalam naskah resmi buku pelajaran Kemendikdasmen, siswa mempraktikkan paradigma pemrograman terstruktur memakai bahasa pemrograman C++. Pendekatan terstruktur membagi program kompleks menjadi subrutin fungsi yang mandiri guna mempermudah penelusuran kode oleh pengembang.
Sebagai langkah awal, siswa menguasai aturan tipe data dasar, deklarasi variabel, konstanta, serta aturan penamaan identifier. Selanjutnya, siswa mempraktikkan struktur runtunan sekuensial yang mengeksekusi instruksi dari baris teratas menuju baris terbawah secara berurutan. Selain itu, siswa mengendalikan alur logika memakai struktur percabangan (if, if-else, nested if, dan switch-case) untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu.
Di samping itu, siswa menyusun struktur kontrol perulangan (looping) memakai for, while, dan do-while guna memproses tugas berulang secara efisien. Oleh sebab itu, siswa dapat mengorganisasi data dalam jumlah banyak memakai struktur data larik (array satu dimensi dan multidimensi) serta mengenal konsep tumpukan (stack) dan antrean (queue). Bagi pemula yang ingin mematangkan logika dasar, silakan pelajari panduan tahap awal belajar pemrograman secara runtut.
Bab 6: Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) Menggunakan Bahasa Java
Bab pamungkas memperkenalkan paradigma Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) yang memanfaatkan bahasa pemrograman Java secara resmi. Paradigma ini memandang persoalan dunia nyata sebagai kumpulan objek mandiri yang memiliki karakteristik data (atribut) dan perilaku aksi (metode).
Pertama, siswa belajar mendefinisikan Class sebagai cetak biru rancangan, lalu menciptakan wujud nyata Object di dalam memori komputer. Selanjutnya, siswa menerapkan prinsip enkapsulasi (encapsulation) memakai access modifier (public, private, protected) serta metode getter dan setter guna melindungi integritas data internal objek dari manipulasi luar.
Lebih lanjut, siswa mempraktikkan mekanisme pewarisan sifat (inheritance) yang memungkinkan kelas anak (subclass) mewarisi seluruh kemampuan kelas induk (superclass) tanpa menulis ulang kode. Selain itu, siswa menerapkan polimorfisme (polymorphism) melalui teknik method overloading dan overriding sehingga objek mampu merespons instruksi dengan cara fleksibel. Anda juga dapat memperluas wawasan mengenai tren teknologi peranti lunak pada artikel 10 bahasa pemrograman populer saat ini.
Koneksi Kurikulum PPLG ke Jenjang Konsentrasi Keahlian Kelas Lanjutan
Pembelajaran kejuruan SMK Kurikulum Merdeka berlangsung berjenjang dan saling menguatkan. Fondasi kompetensi Dasar-Dasar PPLG pada Fase E (Kelas 10) menjadi modal utama siswa saat menentukan Konsentrasi Keahlian pada Fase F (Kelas 11 dan 12). Sebagai contoh, siswa dapat memilih peminatan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) untuk fokus pada pengembangan web full-stack dan aplikasi seluler, atau memilih Konsentrasi Pengembangan Gim.
Di samping itu, siswa dapat menelaah konsep rekayasa komputasi tingkat atas melalui panduan materi Informatika kelas 11 Kurikulum Merdeka dan ulasan strategis materi Informatika kelas 12 Kurikulum Merdeka. Sinergi materi ini membekali lulusan SMK dengan keunggulan kompetitif yang nyata di bursa kerja teknologi.
Unduh Berkas Buku Materi Dasar-Dasar PPLG Kelas 10 Kurikulum Merdeka Resmi
Klik tombol di bawah ini untuk mengunduh buku teks pelajaran Dasar-Dasar PPLG kelas 10 SMK terbitan Pusat Perbukuan Kemendikdasmen secara legal, cepat, dan bebas iklan pengganggu:
Tanya Jawab Populer (FAQ) Seputar Materi Dasar-Dasar PPLG Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Berikut rangkuman jawaban ringkas atas pertanyaan umum yang kerap muncul seputar kurikulum, materi kejuruan, dan buku pelajaran PPLG kelas 10 SMK:
Apa saja materi dasar-dasar PPLG kelas 10 Kurikulum Merdeka semester 1 dan 2?
Materi Dasar-Dasar PPLG kelas 10 Kurikulum Merdeka mencakup enam bab utama sepanjang tahun ajaran. Semester 1 membahas Bab 1 Perkembangan Dunia Kerja PPLG, Bab 2 K3LH dan Budaya 5R, serta Bab 3 Proses Bisnis SDLC. Selanjutnya, Semester 2 mempelajari Bab 4 Piranti Basis Data dan UI/UX, Bab 5 Pemrograman Terstruktur C++, serta Bab 6 Pemrograman Berorientasi Objek Java.
Bahasa pemrograman apa yang siswa tekuni dalam materi dasar-dasar PPLG kelas 10?
Berdasarkan buku teks resmi Kemendikdasmen, siswa kelas 10 mempelajari dua bahasa pemrograman utama. Bab 5 mengimplementasikan bahasa C++ untuk menguasai logika pemrograman terstruktur dan algoritma dasar. Selanjutnya, Bab 6 menerapkan bahasa Java untuk mempelajari paradigma Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) secara mendalam.
Apa perbedaan antara program keahlian PPLG dengan konsentrasi keahlian RPL di SMK?
Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) merupakan Program Keahlian umum tingkat menengah yang seluruh siswa tempuh di kelas 10. Sebaliknya, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) merupakan salah satu cabang Konsentrasi Keahlian spesifik yang siswa pilih pada kelas 11 dan 12 untuk mendalami pembuatan aplikasi web dan seluler tingkat lanjut.
Mengapa siswa pada materi dasar-dasar PPLG kelas 10 Kurikulum Merdeka wajib belajar K3LH?
Siswa PPLG wajib mempelajari K3LH karena pekerjaan pengembang piranti lunak melibatkan posisi duduk berjam-jam di depan komputer. Penerapan prinsip ergonomi kerja mencegah gangguan saraf pergelangan tangan (Carpal Tunnel Syndrome) dan kelelahan visual mata. Kepatuhan K3LH menjamin kesehatan fisik dan ketahanan kerja jangka panjang di industri teknologi.
Di mana guru dan siswa dapat mengunduh buku teks Dasar PPLG kelas 10 resmi?
Pendidik dan peserta didik dapat mengunduh buku teks resmi melalui portal SIBI Kemendikdasmen di situs buku.kemendikdasmen.go.id atau aplikasi Merdeka Mengajar. Lokabaca juga menyajikan salinan berkas resmi PDF Buku Siswa dan Buku Panduan Guru terbitan Pusat Perbukuan Kemendikdasmen langsung pada peladen lokal kami secara gratis.
Bermanfaat? Bagikan artikel ini ke grup WhatsApp Anda:
Bagikan ke WhatsApp