Panduan Belajar UTBK: Contoh Soal UTBK dan Pembahasannya

Panduan Belajar UTBK

Panduan Belajar UTBK: Contoh Soal UTBK dan Pembahasannya

Hello Sobat Lokabaca! Apakah kamu sedang bersiap untuk mengikuti UTBK? UTBK atau Ujian Tulis Berbasis Komputer merupakan ujian masuk perguruan tinggi yang di adakan secara nasional. Untuk kamu yang ingin lolos dan mendapatkan pilihan jurusan yang di inginkan, persiapkan dirimu sebaik mungkin dengan belajar materi dan mengerjakan contoh soal UTBK. Berikut ini adalah panduan belajar UTBK lengkap dengan 20 contoh soal UTBK beserta pembahasannya. Yuk, simak!

Apa itu UTBK?

Sebelum memulai belajar, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu UTBK. UTBK merupakan ujian tulis yang di laksanakan secara online dan bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik calon mahasiswa dalam bidang Sains, Sosial, dan Humaniora. Ujian ini di gunakan sebagai salah satu faktor penentu dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Berapa Jumlah Soal dalam UTBK?

Jumlah soal dalam UTBK terdiri dari dua bagian, yaitu Saintek dan Soshum. Saintek terdiri dari 60 soal dan Soshum terdiri dari 40 soal. Total keseluruhan jumlah soal UTBK adalah 100 soal. Kamu akan di berikan waktu 180 menit atau 3 jam untuk mengerjakan semua soal tersebut.

Bagaimana Cara Mendaftar UTBK?

Untuk bisa mengikuti UTBK, kamu harus terlebih dahulu mendaftar melalui LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi). Proses pendaftaran UTBK di lakukan secara online melalui website resmi LTMPT di ltmpt.ac.id. Pastikan kamu sudah mempersiapkan dokumen-dokumen yang di butuhkan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Pas Foto, dan biaya pendaftaran yang di tetapkan oleh LTMPT.

Materi UTBK Sains

Materi UTBK Sains terdiri dari tiga bidang, yaitu Matematika, Fisika, dan Kimia. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai materi yang akan di ujikan dalam UTBK Sains:

Matematika

Materi Matematika dalam UTBK Sains mencakup kalkulus, aljabar, trigonometri, dan geometri. Pada bagian Matematika UTBK, kamu akan di berikan soal-soal yang menguji kemampuanmu dalam menerapkan konsep-konsep matematika untuk menyelesaikan masalah.

Fisika

Materi Fisika dalam UTBK Sains meliputi mekanika, termal, listrik dan magnet, optik, serta modern. Pada bagian Fisika UTBK, kamu akan di berikan soal-soal yang menguji pemahamanmu tentang konsep-konsep dasar fisika dan penerapannya dalam situasi

Kimia

Materi Kimia dalam UTBK Sains meliputi struktur atom, ikatan kimia, termokimia, kinetika kimia, dan kesetimbangan kimia. Pada bagian Kimia UTBK, kamu akan di berikan soal-soal yang menguji kemampuanmu dalam menerapkan konsep-konsep kimia untuk menyelesaikan masalah.

Materi UTBK Sosial dan Humaniora

Materi UTBK Sosial dan Humaniora terdiri dari dua bagian, yaitu Sosial dan Humaniora. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai materi yang akan di ujikan dalam UTBK Sosial dan Humaniora:

Sosial

Materi Sosial dalam UTBK Soshum mencakup ilmu sosial dan ilmu ekonomi. Pada bagian Sosial UTBK, kamu akan di berikan soal-soal yang menguji pemahamanmu tentang konsep-konsep sosial dan ekonomi, serta mampu menerapkan konsep tersebut dalam analisis soal.

Humaniora

Materi Humaniora dalam UTBK Soshum mencakup ilmu bahasa dan ilmu sastra. Pada bagian Humaniora UTBK, kamu akan di berikan soal-soal yang menguji pemahamanmu tentang bahasa dan sastra, serta mampu menerapkan konsep tersebut dalam analisis soal.

Baca Juga:   Implementasi Program Guru Penggerak di Sekolah-sekolah Indonesia

20 Contoh Soal UTBK

Berikut ini adalah 20 contoh soal UTBK yang dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian:

Soal UTBK Saintek

Soal 1

1. Di ketahui sebuah fungsi f(x) = 3x^3 – 7x^2 + 2x + 9. Tentukan nilai f'(2)!

Pembahasan: f'(x) = 9x^2 – 14x + 2, maka f'(2) = 9(2)^2 – 14(2) + 2 = 22

Soal 2

2. Sebuah bola di lempar dari tanah dengan kecepatan awal 20 m/s pada sudut 60 derajat terhadap horizontal. Tentukan waktu bola berada di udara!

Pembahasan: Waktu bola berada di udara dapat di cari dengan rumus t = (2v*sinθ) / g. Dalam hal ini, v = 20 m/s dan θ = 60 derajat. Maka t = (2*20*sin60) / 9.8 = 2.05 detik.

Soal 3

3. Suatu senyawa organik memiliki rumus molekul C3H8O. Tentukan jumlah isomer posisi dari senyawa tersebut!

Pembahasan: Jumlah isomer posisi dari senyawa C3H8O adalah 4.

Soal 4

4. Dalam sebuah kisi kristal, atom-atom X membentuk susunan kubik sederhana dengan sisi kubus 5 Ã…. Tentukan jarak antara atom X yang saling bersebrangan dalam kisi kristal tersebut

Pembahasan: Jarak antara atom X yang saling bersebrangan dalam kisi kristal dapat di cari dengan menggunakan rumus asqrt(3), dimana a adalah panjang sisi kubus. Dalam hal ini, a = 5 Ã…, maka jarak antara atom X yang saling bersebrangan adalah 5sqrt(3) Ã….

Soal 5

5. Suatu generator listrik menghasilkan tegangan 220 V dan arus listrik 5 A. Berapa daya listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut?

Pembahasan: Daya listrik dapat di cari dengan menggunakan rumus P = V*I, dimana V adalah tegangan dan I adalah arus. Dalam hal ini, P = 220 V * 5 A = 1100 Watt.

Soal 6

6. Dalam sebuah reaksi kimia, 100 gram natrium hidroksida (NaOH) bereaksi dengan 200 gram asam sulfat (H2SO4). Tentukan reagen yang menjadi pembatas reaksi dan berapa massa dari produk yang di hasilkan!

Pembahasan: Dalam reaksi kimia, NaOH + H2SO4 → Na2SO4 + 2H2O. Berdasarkan stoikiometri reaksi, jumlah mol NaOH yang bereaksi adalah 100/40 = 2,5 mol, sedangkan jumlah mol H2SO4 yang bereaksi adalah 200/98 = 2,04 mol. Karena perbandingan mol NaOH dan H2SO4 adalah 1:1, maka NaOH menjadi pembatas reaksi. Massa produk yang di hasilkan adalah 2,5*142 = 355 gram.

Soal 7

7. Sebuah benda bermassa 2 kg terletak pada permukaan miring dengan sudut kemiringan 30 derajat. Apabila percepatan gravitasi adalah 10 m/s^2, tentukan gaya normal dan gaya gesek yang bekerja pada benda tersebut!

Pembahasan: Gaya yang bekerja pada benda adalah gaya berat (m*g), gaya normal (N), dan gaya gesek (f). Dalam hal ini, sudut kemiringan adalah 30 derajat, maka gaya normal dapat di cari dengan rumus N = m*g*cosθ = 2*10*cos30 = 17,32 N. Sedangkan gaya gesek dapat di cari dengan rumus f = m*g*sinθ = 2*10*sin30 = 10 N.

Soal 8

8. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan awal 20 m/s dan mempercepat dengan percepatan 2 m/s^2 selama 10 detik. Tentukan jarak yang di tempuh mobil selama percepatan tersebut berlangsung!

Pembahasan: Jarak yang di tempuh mobil selama percepatan dapat di cari dengan menggunakan rumus jarak = kecepatan awal * waktu + 0,5 * percepatan * waktu^2. Dalam hal ini, kecepatan awal = 20 m/s, percepatan = 2 m/s^2, dan waktu = 10 detik. Maka jarak yang di tempuh mobil selama percepatan adalah jarak = 20 * 10 + 0,5 * 2 * 10^2 = 210 meter.

Soal 9

9. Sebuah bandul bermassa 0,1 kg di gantungkan pada seutas tali dengan panjang 1 meter. Bandul di beri gaya awal sehingga terdorong ke samping dengan amplitudo 10 cm. Tentukan periode getaran dan frekuensi getaran bandul tersebut!

Pembahasan: Periode getaran bandul dapat di cari dengan menggunakan rumus T = 2Ï€*sqrt(L/g), dimana L adalah panjang tali dan g adalah percepatan gravitasi. Dalam hal ini, L = 1 m dan g = 10 m/s^2, maka T = 2Ï€*sqrt(1/10) = 0,628 detik. Frekuensi getaran bandul adalah kebalikan dari periode, maka f = 1/T = 1,592 Hz.

Soal 10

10. Sebuah balok bermassa 10 kg di tarik dengan gaya 100 N sejajar dengan permukaan tanah dengan koefisien gesek 0,2. Tentukan percepatan balok tersebut dan gaya gesek yang bekerja pada balok!

Baca Juga:   Sebaran Penduduk Asia: Fakta dan Analisis Terkini

Pembahasan: Gaya-gaya yang bekerja pada balok adalah gaya tarik (Ft), gaya berat (m*g), dan gaya gesek (fg). Dalam hal ini, Ft = 100 N dan m = 10 kg. Gaya gesek dapat di cari dengan rumus fg = μ*N, dimana μ adalah koefisien gesek dan N adalah gaya normal. Dalam hal ini, gaya normal dapat di cari dengan menggunakan rumus N = m*g*cosθ, dimana θ adalah sudut antara permukaan tanah dan balok. Karena balok sejajar dengan permukaan tanah, maka θ = 0 derajat dan N = m*g. Dengan menghitung secara berturut-turut, maka gaya gesek fg = 0,2*10*10 = 20 N. Percepatan balok dapat di cari dengan rumus a = (Ft – fg)/m = (100 – 20)/10 = 8 m/s^2.

Soal 11

11. Dalam suatu rangkaian listrik, tiga resistor 5 Ω, 10 Ω, dan 15 Ω di hubungkan secara seri. Arus listrik yang mengalir pada rangkaian adalah 0,2 A. Tentukan tegangan listrik yang di terima oleh masing-masing resistor!

Pembahasan: Tegangan listrik pada masing-masing resistor dalam rangkaian seri dapat di cari dengan menggunakan rumus V = R*I, dimana V adalah tegangan, R adalah hambatan, dan I adalah arus. Dalam hal ini, I = 0,2 A. Untuk resistor pertama (5 Ω), V = 5*0,2 = 1 V. Resistor kedua (10 Ω), V = 10*0,2 = 2 V. Dan resistor ketiga (15 Ω), V = 15*0,2 = 3 V.

Soal 12

12. Seorang pelari berlari sejauh 400 meter dalam waktu 50 detik. Tentukan kecepatan rata-rata pelari dalam m/s dan km/jam!

Pembahasan: Kecepatan rata-rata dapat di cari dengan menggunakan rumus v = s/t, dimana v adalah kecepatan, s adalah jarak, dan t adalah waktu. Dalam hal ini, s = 400 m dan t = 50 s, maka v = 400/50 = 8 m/s. Untuk mengkonversi kecepatan dari m/s ke km/jam, kita dapat mengalikan dengan faktor konversi 3,6. Sehingga kecepatan rata-rata pelari adalah 8*3,6 = 28,8 km/jam.

Soal 13

13. Sebuah benda di lemparkan dengan kecepatan awal 20 m/s dan sudut elevasi 45 derajat. Tentukan waktu yang di perlukan benda untuk mencapai titik tertinggi dan jarak horizontal yang di tempuh sebelum jatuh ke tanah!

Pembahasan: Pertama, kita dapat menghitung komponen kecepatan awal pada sumbu x dan y. Pada sumbu x, kecepatan awal adalah 20*cos(45) = 14,14 m/s. Pada sumbu y, kecepatan awal adalah 20*sin(45) = 14,14 m/s. Waktu yang di perlukan benda untuk mencapai titik tertinggi dapat di cari dengan menggunakan rumus t = vy/g, dimana vy adalah kecepatan awal pada sumbu y dan g adalah percepatan gravitasi. Dalam hal ini, vy = 14,14 m/s dan g = 10 m/s^2, maka t = 14,14/10 = 1,414 detik. Jarak horizontal yang di tempuh sebelum jatuh ke tanah dapat di cari dengan menggunakan rumus s = vx*t, dimana vx adalah kecepatan awal pada sumbu x. Dalam hal ini, vx = 14,14 m/s dan t = 1,414 detik, maka s = 14,14*1,414 = 20 meter.

Soal 14

14. Sebuah roda gigi berdiameter 20 cm di gerakkan oleh roda gigi lain yang berdiameter 50 cm. Tentukan rasio kecepatan antara roda gigi yang lebih kecil dan yang lebih besar!

Pembahasan: Rasio kecepatan dapat di cari dengan menggunakan rumus v1/v2 = D2/D1, dimana v1 dan v2 adalah kecepatan roda gigi yang lebih kecil dan lebih besar, sedangkan D1 dan D2 adalah diameter roda gigi yang lebih kecil dan lebih besar. Dalam hal ini, D1 = 20 cm dan D2 = 50 cm, maka rasio kecepatan v1/v2 = 50/20 = 2,5.

Soal 15

15. Sebuah pegas bermassa 0,1 kg di gantungkan pada seutas tali dan di tarik ke bawah dengan gaya 2 N. Pegas tersebut memanjang sejauh 10 cm dari posisi awalnya. Tentukan konstanta pegas dan periode getaran pegas!

Pembahasan: Konstanta pegas dapat di cari dengan menggunakan rumus k = F/x, dimana k adalah konstanta pegas, F adalah gaya yang di berikan, dan x adalah perubahan panjang pegas dari posisi awalnya. Dalam hal ini, F = 2 N dan x = 0,1 m, maka k = 2/0,1 = 20 N/m. Periode getaran pegas dapat di cari dengan menggunakan rumus T = 2pisqrt(m/k), dimana T adalah periode, m adalah massa pegas, dan k adalah konstanta pegas. Dalam hal ini, m = 0,1 kg dan k = 20 N/m, maka T = 2pisqrt(0,1/20) = 0,628 detik.

Baca Juga:   Pengertian dan Penjelasan Tentang Gerhana Bulan yang Wajib Diketahui

Soal 16

16. Seorang baterai dengan tegangan 12 V dan hambatan internal 0,5 ohm di gunakan untuk menghidupkan sebuah lampu dengan hambatan 3 ohm. Berapa besar arus listrik yang mengalir dalam rangkaian tersebut dan berapa besar daya yang di hasilkan oleh lampu?

Pembahasan: Arus listrik dapat di cari dengan menggunakan hukum Ohm, yaitu I = V/(R1+R2), dimana I adalah arus listrik, V adalah tegangan baterai, R1 adalah hambatan lampu, dan R2 adalah hambatan internal baterai. Dalam hal ini, V = 12 V, R1 = 3 ohm, dan R2 = 0,5 ohm, maka I = 12/(3+0,5) = 3 A. Daya yang di hasilkan oleh lampu dapat di cari dengan menggunakan rumus P = I^2*R1, dimana P adalah daya, I adalah arus listrik, dan R1 adalah hambatan lampu. Dalam hal ini, I = 3 A dan R1 = 3 ohm, maka P = 3^2*3 = 27 W.

Soal 17

17. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 30 m/s. Jika mobil tersebut di hentikan dalam waktu 5 detik, maka berapa besarnya percepatannya?

Pembahasan: Percepatan dapat di cari dengan menggunakan rumus a = (v2-v1)/t, dimana a adalah percepatan, v2 adalah kecepatan akhir (yaitu 0 karena mobil di hentikan), v1 adalah kecepatan awal, dan t adalah waktu. Dalam hal ini, v1 = 30 m/s, v2 = 0, dan t = 5 detik, maka a = (0-30)/5 = -6 m/s^2. Percepatan bernilai negatif karena mobil mengalami perlambatan.

Soal 18

18. Sebuah benda di lemparkan dengan kecepatan awal 10 m/s dan sudut elevasi 30 derajat. Berapa besar jarak maksimum yang dapat di capai oleh benda tersebut?

Pembahasan: Jarak maksimum dapat di cari dengan menggunakan rumus s = (v^2*sin(2*theta))/g, dimana s adalah jarak maksimum, v adalah kecepatan awal, theta adalah sudut elevasi, dan g adalah percepatan gravitasi. Dalam hal ini, v = 10 m/s dan theta = 30 derajat. Namun, nilai g harus di ubah terlebih dahulu menjadi -9,8 m/s^2 karena arah gerak ke atas dianggap positif dan arah gravitasi ke bawah dianggap negatif. Maka, g = -9,8 m/s^2, dan s = (10^2sin(230))/(-9,8) = 10,2 m.

Soal 19

19. Sebuah bola bermassa 0,2 kg di lemparkan dengan kecepatan awal 10 m/s pada sudut elevasi 45 derajat. Berapa besar energi kinetik bola saat mencapai titik tertinggi?

Pembahasan: Saat bola mencapai titik tertinggi, kecepatannya menjadi nol sehingga energi kinetiknya juga nol. Oleh karena itu, energi kinetik bola saat mencapai titik tertinggi sama dengan energi kinetiknya saat di lemparkan. Energi kinetik dapat di cari dengan menggunakan rumus E = 1/2*m*v^2, dimana E adalah energi kinetik, m adalah massa bola, dan v adalah kecepatan bola. Dalam hal ini, m = 0,2 kg dan v = 10 m/s, maka E = 1/2*0,2*10^2 = 10 J.

Soal 20

20. Seorang siswa membawa sebuah kotak dengan massa 2 kg di tangan kanannya. Jika berat tangan siswa adalah 50 N, maka berapa besar gaya yang di berikan oleh tangan kiri siswa pada kotak tersebut?

Pembahasan: Berat tangan siswa adalah gaya yang bekerja pada tangan kanan siswa ke bawah. Oleh karena itu, gaya yang di berikan oleh tangan kiri siswa pada kotak harus sama besarnya dengan berat tangan siswa agar kotak tidak jatuh. Berat tangan siswa adalah 50 N, maka gaya yang di berikan oleh tangan kiri siswa pada kotak adalah 50 N.

Kesimpulan

Itulah 20 contoh soal UTBK dan pembahasannya yang dapat menjadi panduan belajar bagi para calon mahasiswa. Soal-soal tersebut mencakup berbagai materi yang akan di ujikan dalam UTBK, seperti matematika, fisika, kimia, biologi, dan sosiologi. Dalam menghadapi UTBK, sangat penting untuk memahami konsep-konsep dasar dan memperbanyak latihan soal agar lebih terbiasa dengan format dan jenis soal yang akan di hadapi. Semoga panduan ini dapat membantu Sobat Lokabaca dalam belajar dan meraih hasil yang maksimal pada UTBK. Terima kasih telah membaca artikel ini dan sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *